Friday, December 14, 2007

BANGGA

Free Web Counter

Lembang Alam
BANGGA

Betapa bangganya saya

Terlahir sebagai orang Minang

Bahkan lahir di kota sejuk di negeri yang elok itu

Negeri yang indah permai sungguhan itu

Negeri yang dari dulu bahkan sampai sekarang kini nangko

Masih seelok itu jua

Masih sebertuah itu jua

Negeri tempat terjadinya perang Paderi itu lho

Perang yang diprakarsai ulama-ulama yang ingin menegakkan syariat Islam

Semurni-murninya di Ranah Minang

Agar tak ada lagi kehidupan parewa

Agar tak ada lagi hampok dan tuak

Agar tak ada lagi sabuang ayam

Agar tak ada lagi kemusyrikan

Namun rupanya Allah Rabbul ʽalamiin berkehendak lain

Ulama-ulama yang teguh hati itu dikalahkan orang-orang kafir penjajah

Maka jadilah Ranah Minang termasuk bagian tanah jajahan

Tak sempat habis kehidupan parewa

Tak sempat habis hampok dan tuak

Tak sempat habis sabuang ayam

Tak sempat habis kemusyrikan

Bangga saya terhadap Minang masih begitu juga

Minang yang sarat dengan nilai-nilai lebih

Yang pernah melahirkan orang-orang cerdik pandai

Dari dulu bahkan sampai sekarang

Meski yang parewa tetap juga parewa seperti dulu

Meski yang bahampok masih juga bahampok seperti dulu

Entahlah kalau yang manyabuang ayam

Entahlah kalau yang musyrik

Saya tidak ingin menghitung-hitung

Orang-orang santiang yang pernah lahir di Minang sejak dulu sampai kini

Biarlah orang lain saja yang menghitung

Saya tidak ingin ikut-ikut berbangga-bangga karena orang-orang Minang yang santiang-santiang itu

Saya tidak mau merasa bertuah karena orang santiang yang manapun karena memang saya tidak ada urusan dengan mereka

Karena saya adalah saya, mereka adalah mereka

Dan kalau saya bangga jadi orang Minang bukanlah karena orang-orang santiang banyak di Minang

Saya hanya bangga jadi salah satu putera Minang, hanya itu

Saya bangga jadi orang Minang meskipun lebih separuh umur saya saya rentang di rantau di luar Minangkabau

Saya bangga, bukan sombong, waktu sejawat saya sejak dulu sampai sekarang mengenal saya ʽ oh bapak yang orang Padang ituʼ

Saya bangga, bukan sombong, waktu tetangga saya sejak dulu sampai sekarang mengenal saya ʽoh bapak yang orang Padang ituʼ

Saya bangga, bukan sombong, waktu jemaah mesjid dekat rumah saya sejak dulu sampai sekarang mengatakan ʽ beliau inikan orang Padangʼ

Tidak sedikitpun saya dirugikan karena ke Padangan Minang saya dan tidak ingin saya merugikan orang lain karena ke Minangan Padang saya

Saya bersyukur terlahir sebagai seorang Muslim

Saya bersyukur berada di lingkungan orang yang beriman kepada Allah azza wa jalla

Dan beriman kepada datangnya hari pembalasan

Saya merasakan inilah yang seindah-indahnya nikmat Allah

Dan saya bersyukur saya beriman dengan agama YANG LURUS ini

Agama yang telah, sedang dan akan membawa manusia yang mana saja asal dia mau, dari kegelapan ke pada terangnya Nur Illahi

Yang menjanjikan balasan kebajikan bagi setiap kebajikan yang disemai, nanti di sana

Yang mengancam balasan kesengsaraan bagi setiap kejahatan yang disemai, nanti di sana

Saya benar-benar yakin akan pembalasan itu

Sehingga saya tidak berani berolok-olok

Biarlah orang lain saja yang berolok-olok

Islam telah dengan nyata mencontohkan bahwa ianya adalah rahmatan lil ʽalamin

Sarat dengan bimbingan dan petunjuk

Selama setiap individu mau menjadikan ajarannya sebagai pedoman

Tidak ada sedikitpun alasan untuk mengatakan bahwa Islam membawa kepada kehancuran

Jelas tidak

Atau membawa kepada keterbelakangan

Jelas tidak

Atau membawa kepada kerugian

Jelas tidak

Namun masih banyak saja makhluk-makhluk ciptaan Allah bahkan yang mengaku Muslim yang tidak yakin dengan Islam

Tidak yakin dengan kebenaran yang disampaikan Islam

Bahkan berusaha mengecilkan arti dan nilai Islam

Alangkah kasihannya mereka itu

Yang tidak faham

Yang tidak tahu

Yang tidak mengerti

Tapi terlanjur membuat persepsi yang sangat keliru

Atau bahkan bergagah-gagah menyudutkan

Padahal Islam tidak akan pernah tersudutkan

Atau bahkan berkaok-kaok menghinakan

Padahal Islam tidak akan pernah terhinakan

Atau bahkan berberani-berani menghancurkan

Padahal Islam tidak akan pernah terhancurkan

Betapa bersyukurnya saya terlahir sebagai seorang Islam

Nikmat yang bukan alang kepalang besar yang diberikan Allah Subhanahu wataʼala

Dan saya tetap berdoa dalam shalat saya

Kiranya saya tetap terpelihara dalam petunjukNya

Menempuh jalan yang lurus

Jalan yang di tempuh mereka-mereka yang diberiNya nikmat

Bukan jalan mereka-mereka yang mendapat murkaNya karena ketekeburan, kesombongan, keongehan mereka

Serta bukan jalan mereka-mereka yang sesat

Karena saya yakin betul dengan janji Allah

ʽSeandainya kalian bersyukur, niscaya Kami tambahkan nikmat atas kalian

(Namun) seandainya kalian ingkari, (awas kalian) sesungguhnya azab Ku sangat pedihʼ



No comments:

Post a Comment